The World’s Most Beautiful Libraries
“Without libraries what have we? We have no past and no future.” -Ray Bradbury
For centuries, books have housed the collective knowledge of the world and formed the foundations of educational institutions. Given that these objects that contain such value, it only makes sense that throughout history people have constructed beautiful buildings to house them.
We put together a list of some of the most beautiful libraries as captured by Instagrammers around the world. For more photos from these architectural wonders, check out their linked location pages below.
- Stuttgart City Library, Stuttgart, Germany
- Trinity College Library, Dublin, Ireland
- Library of Alexandria, Alexandria, Egypt
- Real Gabinete Português de Leitura, Rio de Janiero, Brazil
- The Royal Danish Library, Copenhagen, Denmark
- George Peabody Library, Johns Hopkins University, Baltimore, MD
- Kanazawa Umimirai Library, Kanazawa City, Japan
- New York Public Library, New York City, NY
Instagram is talking my language today.
domba-domba maninan, domba-domba untuk diadu. si pengadu tinggal duduk dengan gaun putih dan sejenis lingkaran suci di kepalanya sambil berkata, “oh, puji tuhan, demi tuhan, oh tuhanku” (sesuatu yang paling membuat saya muntah pagi ini, sambil berharap semoga dia benar masuk surga)
#emosi pagi2# kalo gw telat, apa merugikan lo? kalo gw telat apa lo juga tau rasanya naik transportasi umum di Jakarta??, kalo gw telat apa berarti itu musti diteriakin dengan panggilan “BOS!” sambil mukul sekenceng2nya. Laki2 macam apa bisa kayak gitu? Manager gw bukan, SPV gw bukan, bukan siapa2! Dan gw kasihan sama orang yang bukan siapa2, just nothing, tapi merasa diri superior ketimbang orang lain.
Kalau dirimu bukan sesiapa, lantas siapakah kita yang berpapasan di sebuah persimpangan jalan menuju rumah?
1/
Ada kerikil bergelimpangan seperti mayat, ada batu-batu besar kecil sekakan tak lebih daripada besar kapala yang kita usung kesana kemari. Mana kepala, mana batu, isi kepalakah yang sudah membatu ribuan hari. Mengeras seperti usia. Kamu? Aku? Kita? Atau mereka dengan seribu wajah?
Ah, peluk sajalah dirimu, temukan jalan pulang dan persetan dengan mereka!
2/
Tentu, dik. Adalah kamu, perempuan pejalan yang ditemukan di persimpangan. Dengan rambut terikat dihiasi pita hijau, membawa senggengam balon warna-warni . Gelembung udara yang sudah siap terbang dan lepas kapan saja kau inginkan. Ya, kapan pun itu.
3/
Sebuah pembatas buku telah sampai pada halaman kesekian, bab ke-25. Sementara aku bernyanyi “Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga…”
Dan lillin pun padam…
PS: Besok aku menunggumu dan sebuah bab baru untuk kau tuliskan.
Cherrs ^_^
Vespa, 05072012, peluk, tium jauh…

